Hanya Ini yang Bisa Kupersembahkan di Hari Ulang Tahunmu

24 12 2009

Tak perlu kau bandingkan

Keberanian ibumu dengan keberanian seorang jenderal,

Seorang jenderal mengirimkan perwira-perwiranya untuk tertembak peluru di garis depan

Tapi ibumu memberikan badannya agar tak satu pun peluru yang dapat mengenaimu..


Tak perlu kau bandingkan

Wibawa ibumu dengan wibawa seorang sersan

Seorang sersan perlu melayangkan tamparan untuk membuat prajuritnya mengerti

Tapi ibumu hanya butuh menyentuh lembut pipimu untuk membuatmu mengerti


Tak perlu kau bandingkan

Indahnya suara ibumu dengan dentingan suara harpa

Harpa butuh puluhan senar logam untuk membuai perasaanmu

Tapi ibumu hanya butuh satu pita suara untuk membuatmu terlelap


Tak perlu kau bandingkan

Kecerdasan Ibumu dengan kecerdasan seorang dokter

Dokter butuh stetoskop dan tensimeter untuk mengetahui kondisimu

Tapi ibumu hanya butuh firasat dan naluri


Tak perlu kau bandingkan

Keterampilan ibumu dengan kepiawaian chef ternama

Chef butuh caviar sampai wine untuk menghidangkan makan malam yang berkesan

Tapi ibumu hanya butuh nasi dan telur mata sapi untuk menghidangkan sarapan terbaik untukmu


Tak perlu kau bandingkan

Kedisiplinan ibumu dengan ketepatan jam alarm

Jam alarm bisa kau suruh diam dengan mudah

Tapi ibumu tak’kan pernah berhenti bertanya, “Nak, sudah shalat?”


Tak perlu kau bandingkan

Eloknya paras ibumu dengan kilauan rembulan

Rembulan terkadang malu akan noda di wajahnya, sesekali ia muncul, sesekali ia muncul separuh, sesekali ia muncul seperempat, bahkan seringkali ia hilang

Tapi ibumu cukup percaya diri dengan hanya berbekal pujian dari suaminya,


Tak perlu kau bandingkan

Terangnya cahaya ibumu dengan gemerlap bintang

Bintang hanya berani mengerling genit untuk menghiburmu dari jarak ribuan tahun cahaya

Tapi ibumu berani menghampirimu, menemanimu, dan menerangi hatimu yang begitu gelap


Tak perlu kau bandingkan

Ketulusan Ibumu dengan gelora asmara kekasihmu

Kekasihmu akan kehilangan senyumnya jika kau lupa mengucapkan “Aku Sayang Kamu”

Tapi Ibumu selalu menanti kata itu dengan sabar, tanpa meminta, dan tetap tersenyum


Tak perlu kau bandingkan

Keanggunan Ibumu dengan keanggunan seorang ratu

Seorang ratu hanya bisa berdiri angkuh di atas singgasana

Tapi bukankah surga ada di bawah telapak kaki Ibu?


Tak perlu kau bandingkan

Kehangatan ibumu dengan kehangatan sang mentari

Mentari hanya membagi kehangatannya untuk bumi, membiarkan Pluto menggigil kesepian

Tapi ibumu menghangatkan kau dan seluruh saudaramu dalam pelukannya


Tak perlu kau bandingkan

Kokohnya ibumu dengan kokohnya lempeng benua

Lempeng benua mungkin bisa menampung air samudera dan lautan

Tapi hanya ibumu yang bisa menampung air matamu


Jangan kau sebut ibumu sebagai malaikat penjaga

Karena ia terlalu lembut untuk kau sebut penjaga

Dan ia terlalu tangguh untuk kau panggil malaikat

Panggilah dia “Ibu”

Panggilah dia “Mama”

Panggilah dia “Bunda”

Panggilah dia “Ummi”

Karena itulah panggilan yang paling mulia untuknya

Satu-satunya panggilan yang pantas menggambarkan kehebatannya

Selamat Ulang Tahun Ibu

Ciptaan Tuhan paling Luar Biasa yang Pernah Aku Lihat

Ananda Auzan Abirama

Advertisement

Actions

Information

One response

11 01 2010
Anita

makin dibaca, si caviar, wine, dan chef semakin terasa aneh…
Tapi bagus banget kok..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.