Sebuah Pengalaman, Semoga Jadi Pelajaran (1)

3 08 2009

Oke..

sebelum memulai cerita ini, ada baiknya saya memaparkan dulu sekelumit kisah yang melatarbelakangi 17 hari yang sangat berharga dalam hidup saya (tidak efektif sekali ini bahasanya)..

alkisah saya sudah membuat suatu komitmen, bahwa saya tidak akan menjalankan kegiatan kerja praktek wajib bagi mahasiswa Teknik Kimia pada periode Juli-Agustus tahun ini (dimana sebagian besar mahasiswa TK 06 melakukannya) terkait dengan sebuah amanah yang saya emban..Komitmen yang sudah diamini pula oleh kedua orang tua saya karena dapat berdampak (pasti sih) pada tertundanya waktu kelulusan. Akan tetapi muncul sebuah usul dari Ibu saya untuk mencari kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan di waktu libur sambil menjaga himpunan, salah satu yang diusulkan adalah mengikuti seleksi Japan Airlines Scholarship 2009.

Apa itu?

Kegiatan International Student Forum dan Culture Experience Tahunan yang dibiayai sepenuhnya oleh Japan Airlines (untuk selanjutnya demi kemudahan dan efisiensi kebutuhan energi pengetikan akan saya sebut JAL) dan diikuti oleh pemuda-pemudi dari 13 negara di region Asia-Pasifik. Setiap tahunnya forum ini membahas tema-tema tertentu yang bersifat isu global. Untuk tahun ini tema yang diangkat adalah dampak Kerjasama International di negara masing-masing. Syarat untuk mengikuti kegiatan ini adalah mengirimkan essay sesuai tema dan mengikuti wawancara apabila lolos seleksi tahap essay.

Mulailah saya menyusun essay tentang  itu,,dan titik tekan saya pada essay adalah konflik privatisasi BUMN berlebihan di Indonesia oleh bangsa asing. Ternyata meskipun saya dan keluarga dan teman2 saya sering membahas hal seperti ini, saya masih membutuhkan waktu 2 bulan untuk merampungkan essay tersebut (mungkin karena faktor bahasa Inggris dan tugas pengendalian proses Kimia juga sih ya) dengan bantuan sang pacar tentunya…

Dikumpulkanlah si essay itu tanpa ekspektasi apa2..kabar burung yang beredar mengatakan hasilnya akan keluar dalam jangka waktu 1 minggu..Nah, 1 minggu setelahnya, tepat pada saat sedang praktikum dan sedang hectic mengurusi arak2an wisuda perdana HIMATEK ITB setelah bertahun-tahun hilang, tiba2 bergetarlah telepon selular di saku celana saya…

Saya ambil..Wah nomor Jakarta…siapa pulak ini??

Saya tekan tombol yang bergambar telepon warna hijau sembari menempalkan ke kuping..lalu berkata..

,”Halo?”

mas-mas di telpon:” dengan Auzan?”

saya: ” betul saya sendiri”

………

euh..panjang lah dialognya kalo ditulis mah..intina mah essay saya alhamdulillah lolos, dan saya disuruh mengikuti interview 2 minggu lagi di Jakarta….girang sih,,tapi karena lagi sibuk,,jadi waktu itu kagak girang2 amat…

……2 minggu kemudian…………..

tibalah saya di Kyoei Building (kantor pusat JAL di Jakarta (emang ada kantor cabangnya??)),,dateng jam 8 padahal interview jam 10…dikira dateng yang pertama, tak dinyana di ruang tunggu  sudah ada seorang dara menanti, kutanya lah dia, ternyata calon partisipan lain…kutanya datang jam berapa, dia jawab 10 menit lalu..

kutanya dari mana dia,,dijawab

MATARAM…..

mak jang (dalam hati)

balik lah dia tanya, dari mana saya ini…saya jawab ITB…Mahasiswa,,mbak???

mahasiswa juga….Jurusan Sastra Inggris….

mak jang 2(dalam hati…buset,,lawan gua ngomong Inggrisnya cas cis cus nih)

Menunggu-menunggu datanglah peserta lain,,dateng Si Intan anak EL ITB (akhirnya dia jadi Indonesian Partner saya di Jepang) yang saya baru tau di hari itu bahwa dia anak ITB dan anak SMAN 3 seperti halnya saya..hehe,(maap tan)

dateng lagi anak2 lainnya,,sampe akhirnya dari 7 orang,,,saya adalah lelaki sendiri…(wah emansipasi nih), sekitar jam 10 kurang datanglah orang ke-8, mahasiswa UI (akhirnya ada cowo juga). Ternyata si mas ini aktivis kemahasiswaan di UI, dia malah tau siapa salah satu calon presiden KM ITB ketika itu (masa pemilu), banyak ngobrol lah awak. Orang ini jurusan HI, langsung minder lah saya..Pasti dia pakar lah di bidang International Coorperation dll.

Si mas-mas JAL menginfokan,,masih tunggu satu orang lagi ya…dari ITB..masih di jalan…

Dalam hati, ” Siapa ya?”

Sekitar 10 menit kemudian datanglah si dia…cewek rupanya…..

EHHH,,si Nana rupanya (anak EL, seangakatan, dulu saya sering maen ke kontrakannya buat belajar bareng ama temen sejurusan yang sekontrakan ama dia)….

…….Udah lah ya, basa-basinya cukup……..Langsung ke interview

Saya dapat urutan cukup terakhir..tegang lah menunggu tuh wawancara, aplagi setelah diberi tahu oleh kontestan pertama kalo yang wawancara orang jepang semua…

sambil tegang, jalan-jalan mondar-mandir sok-sok nyanyi2 dan nahan kencing..akhirnya…

yak…mas Auzan…silahkan masuk……

masuklah saya ke sebuah ruangan besar…langsung menghadap saya sebuah meja besar berbentuk U dengan 5 orang yang sangat tidak seperti orang Indonesia duduk anggun dengan Jas/Blues di seberangnya. Dengan polosnya saya bilang, “Assalamualaikum”……….Krik..krik….(sebenarnya saya yang bodoh sih lupa medan yang dihadapi)

Auzan :”Good Morning……”,,,,People:”Good Morning”………yak awal yang sangat tidak meyakinkan dari saudara Auzan Abirama…..

oke,,pertama saya ditanya tentang diri sendiri…nyerocos lah si bibir tebal yang memang terlatih untuk bersuara ini…tentang hobby, tentang kuliah, tentang musik, bahkan judul penelitian (dengan bahasa Inggris pas-pasan tentunya)…..

sampai omongan berhenti saya disela saat saya berkata tahu tentang PM Jepang saat ini (Taro Aso) beserta tingkah lakunya dan kebijakannya yang penuh dengan kontroversi…sepertinya ini adalah “klik” yang membuat mereka jadi fokus pada saya….

“klik” kedua mungkin saat saya ditanya motivasi saya ikut program ini…saya bilang dengan bahasa Inggris yang terbata-bata, ” saya pengen orang luar Indonesia tahu realita  yang terjadi di negara-negara berkembang akibat kerjasama internasional yang beberapa di antaranya menurut saya adalah selimut dari kapitalisme yang tak bertanggung jawab.”  Firasat gw mengatakan orang Jepang yang kuat nasionalismenya mungkin agak impressed dengan anak muda dari negara berkembang yang tidak langsung menunjukkan ketertarikan dengan “wah”-nya internasionalitas (bahasa apa ini???) dari acara ini….Kali ya..ini mah saya sotoy…

By the way anyway bus way…

selesai interview saya merasa getir..gundah,,,dan galau…..tidak terlalu yakin dengan interview karena saya rasa kurang baik menyampaikan apa yang saya ingin sampaikan dalam bahasa Inggris…

berjalan gontai (lebay sih) menuju travel untuk mengejar kuliah di sore harinya (gila ga sih mahasiswa dngan integritas)..telpon ortu bilang wawancaranya ga meyakinkan….

sedihnya kehidupan anak muda ini……..

…………..Pulang aja ke Bandung……………………..

Agak capek nih…..lanjut besok yah……

Bersambung…………..

(Zoom in-Zoom out-Zoom in-Zoom out ala sinetron,)





Waha Akhirnya Ngepost Lagi

3 08 2009

Yap,,,terakhir ngepost 18 Oktober 2008,,itu berarti hampir setaun yang lalu

huah,,betapa tidak produktifnya saya dalam hal menulis…

yah,,tapi berusaha membuat resolusi..pengen update blog lagi…

tulisan berikutnya,,mungkin diary perjalanan berharga saya selama 17 hari dari tgl 29 Juni-15 Juli 2009

beberapa hal pengen juga saya share..siapa tau bisa dapet feedback dari temen2..

jadi bisa menyimpulkan pembelajaran yang komprehensif..hehe

sampe jumpa di tulisan berikutnya….





Quote of The Day (171008)

18 10 2008

Indonesia tidak pernah berubah, mungkin salah satunya karena kita juga belum berubah, kenapa?

Karena kita terlalu banyak berdiskusi.

- Ezra Ganesha Prihardanu, Forum Massa Kongres KM ITB 171008 -

Terkadang kita memang terlalu banyak beradu paradigma, kecerdasan, dan wawasan akan sebuah keidealan dalam menyelesaikan permasalahan.

Solusi akhirnya tidak dapat tercetuskan dalam forum , karena massa mungkin sudah terlalu lelah akibat banyaknya adu argumen yang terjadi.

- Hanya  pendapat saya saja-





JUALAN YEUH

12 10 2008

Efek Gitar Stompbox Second Hand

Distorsi Boss DS-1, menghasilkan suara distorsi yang cruchy dan menggigit, dengan variasi tone yang luas. Bisa juga digunakan sebagai gain booster. Contoh pemusik yang menggunakannya : Joe Satriani ( modified ), Steve Vai ( modified ), dan Kurt Cobain.

Harga awal Rp 325.000,00 bisa nego, kondisi 98 % mulus, lengkap ama dus, baterai roland asli dan manual sheetsnya..

Harga baru di dealer Rp 420.000,00

Hubungi :

Auzan (08562250575), auzanabirama@yahoo.com

Tararengkyu





Haha, Ini Lucu Juga

8 10 2008

Berikut ini adalah sebuah email yang diforward oleh ayah saya ke email anaknya,,entah dari siapa..Tapi lucu juga euy hehe…

“Mana Universitas Terbaik?”

menjelaskan keunggulan-keunggulan universitas nasional terkemuka dikaitkan dengan kiprah lulusannya di pentas politik nasional. Memang tidak “serius”, tapi tetap menarik disimak, minimal sebagai lelucon ringan di tengah panasnya permass dan kuliah2 lainnya. Inilah kutipan “Mana Universitas Terbaik?” tersebut:

1. Yang paling banyak

Universitas Indonesia adalah universitas yang paling banyak memproduksi menteri. sejak zaman kabinet Orla, Orba, Orde Reformasi, sampai Kabinet Indonesia Bersatunya SBY sekarang ini, alumni UI secara rata-rata paling banyak nyangkut di kabinet. Tapi untuk untuk jadi presiden? Belum pernah.. calon saja belon ada kok. Sepertinya UI hanya spesialis produsen menteri saja.

2. Yang paling produktif

Ternyata ITB adalah perguruan tinggi yang paling produktif sampai saat itu karena sudah mampu menelorkan dua presiden Indonesia, yaitu Soekarno dan Habibie.

3. Yang paling sial

UGM termasuk kategori yang paling sial, salah satu alumninya, sudah S3, professor (Amin Rais) dan selama 5 tahun “magang” di MPR untuk mempersiapkan diri sebagai calon presiden, dan didukung organisasi alumni pula.. eh ternyata gagal total menjadi presiden..

4. Jagonya strategi

IPB, ternyata adalah yang paling jago dalam hal strategi. Karena tahu persis kapan harus bertindak.. persis saat-saat ‘injury time’, yaitu pada hari H-2, sebelum hari pencoblosan, memberikan gelar doctor (S3) untuk calonnya (SBY) dan ternyata sukses besar menjadi presiden…

5. Yang paling hebat.

Tapi ITB dan IPB bahkan akademi militer jangan sombong dulu, ketiganya butuh waktu lama untuk mendidik alumninya (sampai S3, jendral, dan professor segala) untuk bisa menjadi presiden, yang paling hebat adalah UNPAD, karena cukup mahasiswa ‘drop out’ Fak Pertaniannya untuk bisa menjadi presiden (Megawati)..

Bwehehe…

Lucu juga,,siapa yang nulis euy, bapa saya juga ga tau siapa…





Quote of The Day (280908)

28 09 2008

Jangan biarkan hidupmu mengalir seperti air,

karena air hanya mengalir ke tempat yang lebih rendah

-Kang Army, kajian Gamistek 260908-

Boleh lah ya…

Cocok buat gw,,

biar ga terlalu pemalas dan “let it flow”





Manusia Indonesia yang Belajar Untuk Berkarya

24 09 2008

“Buat apa sih kita dididik?”.

Salah seorang teman berkata bahwa sistem dan pola pendidikan di Indonesia membentuk peserta didik menjadi “robot” yang kuat dan pintar sehingga dapat bersaing di pasar tenaga kerja, padahal seharusnya pendidikan Indonesia itu membentuk orang yang cerdas, arif, teladan, dan bisa menggunakan ilmunya untuk menghasilkan karya yang membangun Indonesia…

Ya, saya pun tersadarkan…

bahwa menjadi mahasiswa, berarti menjadi bagian dari investasi seluruh rakyat Indonesia, dengan harapan bahwa hasil investasi itu akan membawa kemajuan bagi bangsa ini.

Ya, saya tidak ingin menjadi investasi bangsa Indonesia,,

yang gagal dan tidak bisa memenuhi harapan investasi itu,,

yang malah memanfaatkan kesempatan ini untuk kepentingan diri sendiri dan bangsa lain…

“Aku harus berkarya untuk bangsa ini”..

Sebuah idealisme yang saya yakin banyak didengungkan di kampus manapun…

Berkarya…

Saya kemudian bertanya pada diri sendiri,

sanggupkah kita calon sarjana untuk mempertahankan idealisme ini?

Sanggupkah kita lepas dari predikat “robot” bentukan sistem pendidikan?

sanggupkah kita generasi muda untuk berkarya buat Indonesia?

Bukan tanpa alasan saya mencetuskan pertanyaan-pertanyaan itu,

saya melihat fenomena yang ada Indonesia,

bahwa sebagian besar masyarakatnya dan termasuk mahasiswa tidak mengapresiasi karya orang lain (tadinya mau make menghargai, tapi karena saya anak après! jadi lebih suka kata apresiasi), terlihat dari maraknya operasi pembajakan yang ada di negeri ini.

Pembajakan buku lah, pembajakan film lah, pembajakan Microsoft office lah, pembajakan lagu lah, pembajakan skripsi lah, bahkan sampai pembajakan sawah dengan kerbau atau traktor…

Buat saya sebagai salah satu elemen pendidikan Indonesia, pembajakan buku adalah hal yang paling ironis.

Buku-buku textbook kuliah adalah bagian tak terpisahkan dari proses pendidikan setiap mahasiswa, setiap buku mengandung ilmu-ilmu penting yang bisa membuat mahasiswa itu pintar atau pikiran pendeknya lulus ujian lah minimal. Buku-buku itu adalah buah pikiran dan kerja keras dari para penulisnya dengan niat mulia untuk membantu orang-orang lain yang mau mempelajari ilmu yang mereka miliki, dan kita mahasiswa memanfaatkan betul karya mereka. Namun apa balasan dari kita??

Saya sempat mewacanakan secara gamblang kepada teman-teman sejurusan saya tentang masalah ini, dan beberapa argumen yang saya dapat, dan beberapa benar-benar membuat saya keuheul, di antaranya :

  • Abis mahal banget sih zan, kan ga ada duit

Komentar saya :

Memang benar bahwa buku asli itu mahal (karena itu kalo memang ada pembaca blog ini yang memang tidak mampu membeli buku asli, maka saya tidak menujukan komentar ini untuk anda). Dulu bapak saya juga termasuk mahasiswa yang tidak mampu beli buku asli, makan aja susah katanya. Menurut beliau, memang dulu itu rata-rata mahasiswa kondisi ekonominya seperti itu, dan sejak ditemukan mesin fotokopi, ya wajarlah kalo fenomena buku bajakan itu merebak.

Tapi coba kita lihat kondisi ekonomi rata-rata mahasiswa sekarang. Rata-rata mahasiswa sekarang adalah generasi yang menikmati kesejahteraan yang telah dibangun oleh orang tuanya. Fakta mudahnya bisa dilihat dari jumlah mahasiswa baru  yang masuk lewat jalur khusus setiap tahunnya dengan uang pangkal di atas Rp 15.000.000,00

Ya, kebanyakan kita memang belum mampu menghasilkan uang sendiri, masih meminta ke orang tua.

Akan tetapi benarkah bahwa orang tua kita memang benar-benar tidak mampu mengeluarkan Rp 600.000,00 lebih banyak tiap semesternya untuk mengakomodasi niat baik kita membeli buku asli???

Atau sebenernya kita (mahasiswa) yang lebih suka meminta tambahan Rp 600.000,00 setiap semester kepada orang tua untuk ongkos bensin mobil yang jarak kosan-kampus cuman 500 m, makan di restoran mahal tiap bulannya, tambahan pulsa, atau jalan-jalan / nonton lebih sering???

Biar hati nurani kita yang bicara….

  • Ah, orang-orang negara lain kan pasti banyak beli yang asli, jadi kalo kita beli yang palsu kan ga ngaruh-ngaruh amat

Nah, ini juga membuat kuping saya panas mendengarnya,,,

Pola pikir kita adalah, “ kalo masih banyak orang baik, jadi orang jahat tidak akan menimbulkan masalah .”

Pola pikir seperti inilah yang membuat kehidupan manusia secara nasional dan global semakin terpuruk..

Sebenernya bahaya gas rumah kaca itu sudah diketahui puluhan tahun yang lalum tapi semua orang baru rebut sekarang karena sudah digembar-gemborkan bahwa ozon sudah bolong, tinggi permukaan air laut bertambah setiap tahunnya, dsb.

Kita selalu menunggu akumulasi kerusakan, baru berpikir untuk bertingkah jadi penyelamat..

Betapa kita tidak menghargai arti sebuah karya..

Yah, buat kita ( saya pun termasuk ) yang memiliki mimpi idealis untuk berkarya bagi Indonesia dan kehidupan, mari kita bersama-sama memupuk idealisme itu dari sesuatu yang paling dasar, dari usaha untuk menghargai sebuah karya yang dibuat dengan usaha, ilmu, kreatifitas.

Ah, Zan! Sok Idealis lo!

Idealis? Haha jujur saya juga baru punya pikiran seperti ini baru awal semester sekarang (ganjil 2008/2009),,saya pun menyadari sulitnya merealisasikan ke- sok idealisme-an ini..

Langkah awal yang baru saya lakukan adalah membeli buku asli untuk semester ini, membeli Microsoft office asli, dan menghapus folder mp3 di komputer saya..

Idealisme yang muncul begitu saja tanpa dicoba untuk diimplementasikan dalam realitas mungkin hanya akan menjadi celotehan akan sebuah keadaan utopis belaka.

NB : Sekali lagi posting ini no offense, buat yang merasa diserang perlu diketahui bahwa tidak ada tujuan menjelek-jelekan suatu pihak, pilihan kata hanya merupakan subjektifitas redaksi dari penulis





Nunggu Kuliah Gas….

16 09 2008

- Seneng baru bisa buka blog lagi, dan kembali berkomentar-

Yeah,,,akhirnya gw menemukan password blog gw!!

Ternyata password gw itu begitu mudah….

Ada yang mau nyoba nebak???

Pagi ini gw ada kuliah TK 5032-Teknologi Pemrosesan Gas, jam 7-9 yang entah kenapa kelas selalu dimulai paling cepet jam 8,,,haha

Awal-awal kuliah masih berusaha menjadi orang teladan dengan dateng jam 6.45, tapi sebagai calon engineer, akhir-akhir ini saya melihat bahwa hal itu sangat tidak mangkus dan tidak sangkil (naon cing hartina??). Perlahan-lahan gw mulai melakukan trial dan error terhadap waktu kedatangan gw di kuliah itu, 6.45,,7.00,,7.15,,7.45,,dan ternyata gw belum pernah terlambat!!! Dan galat waktu kedatangan gw terhadap mulainya kuliah semakin lama semakin kecil..

Oke,,hari ini gw akan dateng jam 8..

Here’s a quote from my lecturer ,

Now the class is starting late, and I will always be late for every meeting..But all of you have to wait for me, even if there is only 15 minutes left of the 2 hours class,,because maybe that 15 minutes will be the most important 15 minutes of your life

Haha, keren kan…2 taun lebih gw di ITB, baru pertama kali ngalamin kuliah 1.5 sks

However, meskipun kuliah itu tidak efisien secara waktu, tapi gw sih dapet banyak dari kuliah itu,,dosennya ngajarnya enak ko..

And the most important part is,,the class always using english as the primary language..So it develop my vocabulary…a lot!!

Jadi jangan kaget teman-teman kalau di akhir semester ini gaya ngomong gw dah kaya Cinta Laura..Trus rambut jadi pirang belah pantat kaya Nick Carter di akhir dekade 90-an,,

haha lebay…

-selesai berkomentar, dasar si tukang komentar-





Maap ya, ada Orang Gaptek

6 07 2008

Wuih,,

halo dunia..

Setelah 1 postingan di blog fs,,akhirnya gw buka blog baru hehe…

Every body…Guide me please,,,,gaptek berat nih gua…

Regards