Oke..
sebelum memulai cerita ini, ada baiknya saya memaparkan dulu sekelumit kisah yang melatarbelakangi 17 hari yang sangat berharga dalam hidup saya (tidak efektif sekali ini bahasanya)..
alkisah saya sudah membuat suatu komitmen, bahwa saya tidak akan menjalankan kegiatan kerja praktek wajib bagi mahasiswa Teknik Kimia pada periode Juli-Agustus tahun ini (dimana sebagian besar mahasiswa TK 06 melakukannya) terkait dengan sebuah amanah yang saya emban..Komitmen yang sudah diamini pula oleh kedua orang tua saya karena dapat berdampak (pasti sih) pada tertundanya waktu kelulusan. Akan tetapi muncul sebuah usul dari Ibu saya untuk mencari kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan di waktu libur sambil menjaga himpunan, salah satu yang diusulkan adalah mengikuti seleksi Japan Airlines Scholarship 2009.
Apa itu?
Kegiatan International Student Forum dan Culture Experience Tahunan yang dibiayai sepenuhnya oleh Japan Airlines (untuk selanjutnya demi kemudahan dan efisiensi kebutuhan energi pengetikan akan saya sebut JAL) dan diikuti oleh pemuda-pemudi dari 13 negara di region Asia-Pasifik. Setiap tahunnya forum ini membahas tema-tema tertentu yang bersifat isu global. Untuk tahun ini tema yang diangkat adalah dampak Kerjasama International di negara masing-masing. Syarat untuk mengikuti kegiatan ini adalah mengirimkan essay sesuai tema dan mengikuti wawancara apabila lolos seleksi tahap essay.
Mulailah saya menyusun essay tentang itu,,dan titik tekan saya pada essay adalah konflik privatisasi BUMN berlebihan di Indonesia oleh bangsa asing. Ternyata meskipun saya dan keluarga dan teman2 saya sering membahas hal seperti ini, saya masih membutuhkan waktu 2 bulan untuk merampungkan essay tersebut (mungkin karena faktor bahasa Inggris dan tugas pengendalian proses Kimia juga sih ya) dengan bantuan sang pacar tentunya…
Dikumpulkanlah si essay itu tanpa ekspektasi apa2..kabar burung yang beredar mengatakan hasilnya akan keluar dalam jangka waktu 1 minggu..Nah, 1 minggu setelahnya, tepat pada saat sedang praktikum dan sedang hectic mengurusi arak2an wisuda perdana HIMATEK ITB setelah bertahun-tahun hilang, tiba2 bergetarlah telepon selular di saku celana saya…
Saya ambil..Wah nomor Jakarta…siapa pulak ini??
Saya tekan tombol yang bergambar telepon warna hijau sembari menempalkan ke kuping..lalu berkata..
,”Halo?”
mas-mas di telpon:” dengan Auzan?”
saya: ” betul saya sendiri”
………
euh..panjang lah dialognya kalo ditulis mah..intina mah essay saya alhamdulillah lolos, dan saya disuruh mengikuti interview 2 minggu lagi di Jakarta….girang sih,,tapi karena lagi sibuk,,jadi waktu itu kagak girang2 amat…
……2 minggu kemudian…………..
tibalah saya di Kyoei Building (kantor pusat JAL di Jakarta (emang ada kantor cabangnya??)),,dateng jam 8 padahal interview jam 10…dikira dateng yang pertama, tak dinyana di ruang tunggu sudah ada seorang dara menanti, kutanya lah dia, ternyata calon partisipan lain…kutanya datang jam berapa, dia jawab 10 menit lalu..
kutanya dari mana dia,,dijawab
MATARAM…..
mak jang (dalam hati)
balik lah dia tanya, dari mana saya ini…saya jawab ITB…Mahasiswa,,mbak???
mahasiswa juga….Jurusan Sastra Inggris….
mak jang 2(dalam hati…buset,,lawan gua ngomong Inggrisnya cas cis cus nih)
Menunggu-menunggu datanglah peserta lain,,dateng Si Intan anak EL ITB (akhirnya dia jadi Indonesian Partner saya di Jepang) yang saya baru tau di hari itu bahwa dia anak ITB dan anak SMAN 3 seperti halnya saya..hehe,(maap tan)
dateng lagi anak2 lainnya,,sampe akhirnya dari 7 orang,,,saya adalah lelaki sendiri…(wah emansipasi nih), sekitar jam 10 kurang datanglah orang ke-8, mahasiswa UI (akhirnya ada cowo juga). Ternyata si mas ini aktivis kemahasiswaan di UI, dia malah tau siapa salah satu calon presiden KM ITB ketika itu (masa pemilu), banyak ngobrol lah awak. Orang ini jurusan HI, langsung minder lah saya..Pasti dia pakar lah di bidang International Coorperation dll.
Si mas-mas JAL menginfokan,,masih tunggu satu orang lagi ya…dari ITB..masih di jalan…
Dalam hati, ” Siapa ya?”
Sekitar 10 menit kemudian datanglah si dia…cewek rupanya…..
EHHH,,si Nana rupanya (anak EL, seangakatan, dulu saya sering maen ke kontrakannya buat belajar bareng ama temen sejurusan yang sekontrakan ama dia)….
…….Udah lah ya, basa-basinya cukup……..Langsung ke interview
Saya dapat urutan cukup terakhir..tegang lah menunggu tuh wawancara, aplagi setelah diberi tahu oleh kontestan pertama kalo yang wawancara orang jepang semua…
sambil tegang, jalan-jalan mondar-mandir sok-sok nyanyi2 dan nahan kencing..akhirnya…
yak…mas Auzan…silahkan masuk……
masuklah saya ke sebuah ruangan besar…langsung menghadap saya sebuah meja besar berbentuk U dengan 5 orang yang sangat tidak seperti orang Indonesia duduk anggun dengan Jas/Blues di seberangnya. Dengan polosnya saya bilang, “Assalamualaikum”……….Krik..krik….(sebenarnya saya yang bodoh sih lupa medan yang dihadapi)
Auzan :”Good Morning……”,,,,People:”Good Morning”………yak awal yang sangat tidak meyakinkan dari saudara Auzan Abirama…..
oke,,pertama saya ditanya tentang diri sendiri…nyerocos lah si bibir tebal yang memang terlatih untuk bersuara ini…tentang hobby, tentang kuliah, tentang musik, bahkan judul penelitian (dengan bahasa Inggris pas-pasan tentunya)…..
sampai omongan berhenti saya disela saat saya berkata tahu tentang PM Jepang saat ini (Taro Aso) beserta tingkah lakunya dan kebijakannya yang penuh dengan kontroversi…sepertinya ini adalah “klik” yang membuat mereka jadi fokus pada saya….
“klik” kedua mungkin saat saya ditanya motivasi saya ikut program ini…saya bilang dengan bahasa Inggris yang terbata-bata, ” saya pengen orang luar Indonesia tahu realita yang terjadi di negara-negara berkembang akibat kerjasama internasional yang beberapa di antaranya menurut saya adalah selimut dari kapitalisme yang tak bertanggung jawab.” Firasat gw mengatakan orang Jepang yang kuat nasionalismenya mungkin agak impressed dengan anak muda dari negara berkembang yang tidak langsung menunjukkan ketertarikan dengan “wah”-nya internasionalitas (bahasa apa ini???) dari acara ini….Kali ya..ini mah saya sotoy…
By the way anyway bus way…
selesai interview saya merasa getir..gundah,,,dan galau…..tidak terlalu yakin dengan interview karena saya rasa kurang baik menyampaikan apa yang saya ingin sampaikan dalam bahasa Inggris…
berjalan gontai (lebay sih) menuju travel untuk mengejar kuliah di sore harinya (gila ga sih mahasiswa dngan integritas)..telpon ortu bilang wawancaranya ga meyakinkan….
sedihnya kehidupan anak muda ini……..
…………..Pulang aja ke Bandung……………………..
Agak capek nih…..lanjut besok yah……
Bersambung…………..
(Zoom in-Zoom out-Zoom in-Zoom out ala sinetron,)




Recent Comments